Oleh: hermanussugianto | Juni 2, 2008

Seks Saat Hamil

Banyak wanita mengkuatirkan hubungan seksual saat hamil dan berpikir untuk pantang. Namun kehamilan sebenarnya tidak harus berpantang hubungan seksual asalkan kehamilan tersebut sehat. Yang penting diperhatikan dalam melakukan hubungan seksual saat hamil adalah posisi.

Ada tiga pilihan posisi yang bisa dilakukan oleh suami-istri, ketika usia kehamilan istri semakin bertambah, yaitu pertama the side lying position, pada pilihan posisi ini suami istri berbaring miring pada salah satu sisi tubuhnya, jadi bukan telentang atau tengkurap. Dalam posisi ini ada dua variasi yaitu saling berhadapan atau suami berada di belakang istri. Jadi penetrasi bisa dari sisi depan atau belakang. Keuntungan posisi ini, di samping menghindari tekanan pada perut yang semakin membesar, suami-istri bisa lebih rileks dan tangan masing-masing bisa saling membelai bagian tubuh pasangan yang merupakan erotic zone.

Kedua, the woman on top position, pilihan posisi ini dilakukan dengan cara suami tidur telentang dan istri mengambil posisi di atas suami. Pada kehamilan trimester kedua atau ketiga istri bukan tengkurap di tubuh suami namun duduk di atas paha suami. Pada posisi ini keuntungannya disamping tekanan pada perut istri bisa dihilangkan, istri bisa lebih mengendalikan proses hubungan yang dilakukannya, disamping itu suami juga akan lebih bebas untuk membelai bagian tubuh istri terutama payudara dan klitoris untuk meningkatkan intensitas rangsangan sehingga istri lebih mudah mencapai orgasme.

Ketiga, the husband behind position, kadang disebut pula dengan istilah the rear position. Pada posisi ini prinsipnya penetrasi vagina dilakukan dari belakang, tapi bukan anal seks. Adapun variasi yang bisa dipilih untuk usia kehamilan trimester kedua dan ketiga adalah istri jongkok atau berdiri, sementara suami mengambil posisi di belakang istri untuk melakukan penetrasi. Selain untuk menghindarkan tekanan pada perut istri, posisi ini memiliki dua keuntungan lain yaitu pertama, penetrasi yang dalam, sebagian wanita menyukai sentuhan ujung penis dengan leher rahim yang berada di puncak vagina. Kedua, pada posisi ini suami lebih bebas untuk menggunakan tangannya untuk membelai bagian-bagian tubuh istri yang sensitif.

Oral seks meskipun tidak berbahaya, namun tidak disarankan sebab ada dimensi yang sulit dicapai dengan gaya hubungan seksual seperti ini, yaitu dimensi relationship. Dimensi ini lebih mudah tercapai melalui kontak genital yang memunginkan suami-istri saling berpandangan saat melakukan hubungan intim. Posisi hubungan seksual yang paling indah ini tercatat dalam Kidung Agung 2 : 6 Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku. Be WiSe, Always remember Wisdom for Sex Life. (draw)/*jwb


Responses

  1. tambah ilmu en referensi nih. Be save and healthy sex.

  2. *garuk2 pala*

  3. sex..e…sex…e…sex..e…sex…e…sex….

  4. Hehehe ….

    masih bujangan udah ngerti “ilmu” ini, ntar kalo udah nikah tambah sip deh .

    sip … sip …..

  5. ….!!!Waduh,klw mslh seks,w krg kuat,cz w tkut aids/HIV…??


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: