Oleh: hermanussugianto | Mei 6, 2008

Ngayau, Tradisi Berburu Kepala Musuh

Ngayau merupakan tradisi Suku Dayak yang mendiami pulau Kalimantan, baik Dayak yang tinggal di Kalimantan Barat maupun Kalimantan lainnya. Iban Adalah salah satu suku Dayak yang memiliki adat Ngayau. Pada tradisi Ngayau yang sesungguhnya, Ngayau tidak lepas dari korban kepala manusia dari pihak musuh.

Makna dari Ngayau mempunyai arti turun berperang dalam rangka mempertahankan status kekuasaan misalnya mempertahankan atau memperluas daerah kekuasaan yang dibuktikan banyaknya kepala musuh. Semakin banyak kepala musuh yang diperoleh semakin kuat/perkaya orang yang bersangkutan.

Adat Ngayau pertama kali urang Libau Lendau Dibiau Takang Isang (kayangan) yang saat itu sebagai tuai rumah (kepala kampung) yang bernama Keling. Berkat keberaniannya dan kegagahannya dia diberi gelar keling Gerasi Nading, Bujang Berani kempang (keling merupakan orang yang gagah berani). Gelar tersebut diberikan oleh seseorang tetua Iban yang bernama Merdan Tuai Iban yang saat itu tinggal di Tatai Bandam (masuk dalam wilayah Lubuk Antu Sarawak Malaysia).

Seiring dengan kemajuan jaman, Upacara adat Ngayau yang sering dilakukan mempunyai makna mengisyaratkan atau memberitahukan generasi muda tentang peristiwa Ngayau pada jaman dulu.

Foto diambil dari Majalah Kalimantan Review


Responses

  1. makasi udah sempat mampir ke blog saya om.
    wah menarik juga infonya, trus klo sekarang in gimana cara perayaan tradisi ngayau?mksudnya soal “kepala musuh”?

  2. Sekarang Tradisi Ngayau kepala musuh sudah tidak lagi. Kalau kepala musuh sampai sekarang masih ada keluarga yang menyimpan kepala-kepala tersebut. Tentunya kepala-kepala itu dirawat dan diberi sesaji.

  3. Sip deh bos…

    yg kayak gini artikel yg aku suka…

    unik stories..

  4. Wow…

    Mengejutkan

  5. saya orang sarawak dan bbangsa iban…bagi kami adat ngayau satu masa dulu adalah adat yang amat mulia…melambangkan kegagahan,kekuasaan dan keberanian suku kaum iban pada satu masa dulu….bukti adat ngayau kami masih simpan hingga ke hari ini…contohnya,bpuluh2 kepala musuh digantung di sadau(iaitu bilik tingkat atas untuk menyimpan barang lama)parang ilang,terabai lama yang masih ada bekas tetakan parang dan banyak lagi….

  6. Terimakasih sudah berkunjung, semoga informasinya bisa membatu bagi mereka yang memerlukan informasinya budaya orang kitai

  7. sure….if ada something nak tanya…juz email me at chrztoph@yahoo.com…..if ada maklumat yang saya boleh bantu,saya akan bantu….tq….n kepada saudara2 iban yg di indonesia,salam buat anda semua…

  8. Salam Manasai
    Salam Persaudaraan

  9. kalimantan mMaNg heBAt….

    klAu biSA adAT daN TradiSI laiN yG dbhAS….

    heBAT….

  10. saya selalu tertarik dengan budaya dayak, kapan saya bisa main ke kalimantan…. ada saudara n temen disana di sampit …. tapi kok jauh banget ya dari jawa…. o ya orang dayak serem2 ga…. kayaknya kok serem2 ya…. kan orang jawa penakut2…

    • orang dayak sekarang sudah tidak seseram dulu lagi, justru sekarang banyak orang dari jawa yang sudah ke Kalimantan dan membaur dengan orang dayak kok. salam

  11. Terima kasih atas imformasi saudara Hermanussugianto’s kerana tepatnya blog ini sebagai rujukan kerana saya sedang mencari imformasi asal usul adat kaum Dayak yang mana saya adalah suku kaum Dayak Iban dari Sarawak yang memerlukan nya untuk blog saya berkaitan adat resam banga saya yang dahulu nya datang dari Kalimantan Barat. Saudara juga boleh membaca blog saya melalui http://johnadamgilbert.blogspot.com untuk rujukan. Terima kasih.

  12. Tahun 1960-an di daerah kami masih sering terdengan ada orang mengayau dalam bahasa kami disebut pengkorek, tapi saya tak pernah melihatnya.

  13. Saya sempat ngeri terhadap peristiwa kerusuhan sampit,ketika melihat video nya…
    Ratusan pala yang dipenggal dan ditenteng kepalanya lalu diarak..ternyata itu adat suku dayak ya?memenggal kepala musuh ketika perang.

  14. ,….

  15. saya juga orang dayak kalteng bakumpai. salam untuk keluarga dayak yang baik


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: