Oleh: hermanussugianto | April 12, 2008

Minyak Tanah ke Gas, Kebijakan Tanpa Perhitungan

Rencana pemerintah mengkonversi Minyak Tanah ke gas elpiji memang benar-benar tanpa perhitungan matang dan boleh dibilang sangsot. Buktinya sekarang dimana-mana terjadi kelangkaan gas elpiji dan kalaupun ada harganya mencapai Rp. 75.000- 85.000 untuk tabung 12 kg. Seharusnya jauh-jauh hari pemerintah sudah menyiapkan gas elpiji sehingga tidak terjadi kelangkaan.

Bila kondisi seperti ini terus menerus terjadi, rakyat akan marah. Bagaimana tidak marah, minyak tanah sudah jarang datang ke pangkalan dan kalaupun datang hanya 2 kali sebulan dan setiap kali datang setiap keluarga mendapat jatah 5 liter. Oke lah, minyak tanah jarang datang ke Pangkalan tidak apa, sudah ada gas, tetapi gas elpiji pun susah di dapatkan dan perlu menunggu sampai persediaan di agen ada.

Nah, kalau sudah demikian, kita mau memasak pakai apa? minyak tanah tak ada, gas elpiji kosong.

Kondisi bangsa Indonesia sekarang ini serba sulit dan susah. Bencana terjadi dimana-mana, pengangguran makin tahun makin meningkat, tetapi janganlah pemerintah menambah beban bangsa Indonesia dengan kebijakan-kebijakan yang ngawur dan tanpa perhitungan.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: