Oleh: hermanussugianto | Mei 15, 2008

Lintah Pembunuh Dalam Sayuran Kangkung

Apakah anda seorang yang gemar memakan kangkung? Jika ya, anda mungkin akan berpikir ulang bila mendengar cerita ini. Terlepas dari benar atau tidaknya cerita ini itu kembali lagi kepada anda.

Adapun ceritanya begini, dimana Pada suatu hari di rumah sakit terkenal, semua dokter kebingungan hanya karena ada seorang anak kecil yang tampan menderita sakit perut. Anak itu dibawa ke rumah sakit oleh orang tuanya setelah 2 hari menderita diare. Sudah bermacam obat sakit perut yang diberikan kepada anak itu, namun diarenya tidak kunjung sembuh.

Di rumah sakit orang tua anak tersebut ditanya oleh dokter, makanan apa saja yang sudah dimakan oleh anak tersebut selama 2 hari ini. Orang tua anak itu kebingungan, karena sejak anaknya diare otomatis anak tersebut tidak mau makan, dia hanya minum susu, itu pun langsung dikeluarkan lagi. Setelah usut punya usut, ternyata sebelum menderita diare, malamnya anak tersebut baru saja diajak makan kangkung cos di restoran oleh orang tuanya.

Dokter segera melakukan rontgen, ternyata diusus anak tersebut telah berkembang biak lintah dengan anaknya yang kecil-kecil. Dokter angkat tangan dan menyatakan tidak sanggup mengambil tindakan medis apapun. Akhirnya anak kecil tampan yang malang itupun meninggal dunia.

Usut punya usut, ternyata lintah itu sebelumnya bersemayam di dalam batang kangkung yang besar. Memang, untuk penggemar kangkung cos yang paling enak adalah batangnya, apa lagi jika dimasak oleh seorang ahli, maka kangkung cos rasanya akan menjadi renyah. Lintah yang berada di dalam batang kangkung itu tidak akan mati walau dimasak selama apapun, apa lagi untuk kangkung cos proses memasak tidak terlalu lama untuk menghasilkan rasa kangkung yang enak. lintah hanya akan mati jika dibakar.

Di dalam usus anak tadi, lintah yang tadinya hanya 1 dalam 2 hari berkembang biak dengan cepatnya karena terus menerus menghisap darah yang ada, otomatis dokter juga kebingungan, bagaimana mematikan/membersihkan lintah yang telah sangat banyak tersebut dari dalam usus anak malang itu.

Jujur, sejak mendengar cerita itu, kesukaan saya akan kangkung menjadi berkurang, boleh dibilang sudah 1 bulan ini saya sama sekali tidak mengkonsumsi kangkung dalam bentuk apa pun, bukan karena menjadi paranoid, tapi bagi Saya lebih baik menjaga segala kemungkinan yang ada, toh tidak hanya kangkung yang dapat kita konsumsi, masih banyak sayur lain yang dapat kita makan dengan meminimalisir segala kemungkinan “lintah” yang terselip di dalamnya.

Semoga cerita ini dapat menjadi pertimbangan untuk kita semua pada saat ingin mengkonsumsi kangkung.


Tanggapan

  1. Jadi ga doyan makan kangkung lagi niih,,

  2. wh aku kan suka banget kangkung, tapi setelah baca cerita ini aku jadi gimana gitu……..
    salam kenal
    kunjungi ww.suwandi-bagas.blogspot.com yahhhh
    terima kasih

  3. oh iya itu kurang satu w nya
    klik disini http://www.suwandi-bagas.blogspot.com

  4. jadi takut… g’ bakal makan kangkung lagi de

  5. @bang zoel:
    ini kan cuma supaya kita hati2 jadi gak usah takut

  6. waduh…. gawat deh. Gaji cuma sanggup beli kangkung sama tempe :)

  7. Fakta :
    1. Lintah tdk mungkin hidup di batang kangkung karena rongganya punya sekat yang tdk bisa dimasuki air sekalipun.
    2. Lintah tdk mungkin hidup di perut manusia karena pH nya yang rendah dan kondisi anaerob (bebas oksigen), lintah adalah hewan aerob dan tdk tahan asam.
    3. Diare disebabkan oleh perubahan kondisi lingkungan lambung atau mikroorganisme yang bersifat parasit, belum ada riset yang tentang lintah sebagai penyebab diare.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori